Kamis, 06 Oktober 2016

MUNGKIN ANDA TERTARIK UNTUK TAHU !!

Lima Penemuan Umat Islam Yang Merubah Dunia

Islam merupakan salah satu agama paling besar dengan penganut terbanyak di dunia. Dalam sejarah perkembangannya islam telah banyak melahirkan ilmuan dan para ahli di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahkan tak sedikit beberapa penemuan yang dilakukan oleh para ilmuan islam ini telah menjadi sebuah kebutuhan seluruh umat manusia di jaman sekarang.

Beberapa penemuan seperti alat operasi hingga ilmu aljabar nyatanya telah menjadi hal biasa dan dibutuhkan oleh semua orang sekarang ini. Namun ironisnya nama penemu dan pengembang dari semua penemuan tersebut tidak banyak diketahui. Orang-orang lebih mengetahui ilmuan-ilmuan yang berasal dari Eropa ketimbang dari kalangan muslim yang ada di timur tengah.
Nah, sebagai pengingat dan penyemangat betapa bangganya kita sebagai umat islam, berikut adalah beberapa peninggalan atau penemuan umat islam yang telah merubah kehidupan dunia. Mulai dari kopi hingga musik yang sudah menjadi kebutuhan semua orang, penemuan-penemuan yang ditemukan ilmuan muslim ini begitu berharga. 
Kamera - Oleh Ibnu al-Haytham
>Lima Penemuan Umat Islam Yang Merubah Dunia
Sangat sulit membayangkan bagaimana jadinya dunia tanpa adanya kamera. Apalagi bagi orang yang narsis seperti Anda! Perusahaan besar seperti Instagram dan Canon merupakan perusahaan yang tumbuh dan berkembang, menggunakan sebuah ide, menangkap cahaya dari obyek kemudian menciptakan gambar kemudian mencetaknya ataupun menguploadnya untuk disebarkan ke seluruh dunia. 
Hal ini mungkin akan sulit dilakukan jika tidak dirintis pertama kali oleh seorang ilmuwan Muslim bernama Ibnu al-Haytham, yang pertama kali mengembangkan ilmu optik dan menjelaskan bagaimana kamera pertama bekerja.
Dia tinggal di Kairo pada awal tahun 1000an, dan merupakan ilmuwan yang sangat fenomenal sepanjang masa. Ketika dijadikan sebagai tahanan rumah oleh pemimpin dinasti Syiah Fatimiyyah saat itu, al-Hakim, dia mempelajari bagaimana cahaya bekerja. 
Fokus penelitiannya adalah bagaimana kamera lubang jarum (pinhole camera) bekerja. Ibnu al-Haytham merupakan ilmuwan pertama yang menemukan bahwasanya ketika lubang kecil ditempatkan pada bagian kotak kedap cahaya, maka cahaya dari luar akan terproyeksi ke dalam kotak melalui lubang tersebut. 
Dia menyimpulkan bahwa semakin kecil lubang tersebut, maka semakin tajam kualitas gambar yang didapatkan. Hal ini mendorongnya untuk membuat kamera yang secara menakjubkan bisa menangkap gambar dengan tajam dan akurat.
Ibnu al-Haytham menemukan kamera dan bagaimana memproyeksikan dan menangkap gambar. Penemuan ini menginspirasi pengembangan kamera di abad modern dengan menggunakan konsep yang ditemukan oleh Ibnu al-Haytham. Terima kasih padanya karena atas jasanya kita bisa mengabadikan momen-momen yang berharga bersama keluarga dan sahabat yang kita sayangi.
Marching Band Militer
Lima Penemuan Umat Islam Yang Merubah Dunia
Kita pasti sudah tidak asing dengan marching band. Terdiri atas beberapa pemain alat musik, marching band ini terkadang masuk ke lapangan saat ada pertandingan olahraga untuk menghibur penonton dan menyemangati para pemain. Marching band yang ada saat ini terinspirasi dari marching band yang dibentuk selama masa peperangan di Eropa untuk menyemangati para tentara yang terjun dalam peperangan melawan musuh. 
Tradisi marching band untuk menyemangati para tentara ini semula berasal dari kelompok mehter yang ada pada masa dinasti Utsmaniyyah pada tahun 1300an. Kelompok mehter – marching band Utsmani – ini merupakan salah satu faktor yang menjadikan tentara Utsmani menjadi tentara yang paling kuat dan ditakuti di dunia saat itu.
Kelompok mehter merupakan bagian dari prajurit elit Yanissary, elit yang paling ditakuti oleh Eropa. Tugas mereka adalah memainkan musik dengan keras untuk membuat gentar pihak musuh dan menyemangati sekutu. Dengan menggunakan drum yang sangat besar dan simbal yang berdenting keras, menyebabkan suaranya terdengar hingga bermil-mil jauhnya. Selama penaklukan yang dilakukan Utsmani terhadap daerah Balkan pada abad ke 14 dan 16, mehter ini disertakan dalam tentara Utsmani yang sangat menakutkan bagi aliansi Eropa saat itu.
Dengan cepat, Kristen Eropa mengadopsi metode ini untuk menggetarkan pihak musuh. Dalam sebuah cerita dikisahkan bahwasanya setelah upaya penaklukan yang dilakukan pasukan Utsmani terhadap kota Wina pada tahun 1963 gagal dilakukan. Pasukan Utsmani yang mundur, meninggalkan banyak instrumen musik yang kemudian nantinya dikumpulkan, dipelajari dan digunakan oleh pihak Austria. Kemudian terjadilah perubahan besar-besaran, dimana seluruh tentara Eropa menggunakan marching band ini di saat melakukan peperangan.
Pemberian Ijazah di Universitas
Lima Penemuan Umat Islam Yang Merubah Dunia
Universitas yang pertama kali dibangun ada di dunia Islam. Pada masa awal sejarah Islam, masjid juga difungsikan sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan dan ilmu pengetahuan. Orang yang menjadi imam di masjid juga akan menjadi pengajar bagi murid-murid yang ingin belajar Qur’an, fikih dan hadits. Setelah dunia Islam terus berkembang luas wilayahnya, dibuatlah institusi formal yang dikenal dengan nama madrasah – tempat belajar bagi para murid.
Universitas formal pertama yang dibangun di dunia adalah al-Qarawiyyin, di kota Fez, Maroko pada oleh seorang saudagar kaya Fatima al-Fihri pada tahun 859. Menurut UNESCO dan Guiness World Records, universitas ini merupakan universitas tertua dan merupakan institusi pendidikan pertama yang memberikan gelar (ijazah) kepada mahasiswanya di dunia. 
Universitasnya banyak menarik ulama terkenal yang ada di Afrika Utara dan juga murid-murid cerdas yang ada di sana. Di al-Qarawiyyin, para murid diajar oleh guru-guru selama beberapa tahun. Mereka diajarkan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. 
Pada akhir program, jika sang guru merasa muridnya lulus, mereka akan memberikannya sebuah sertifikat yang dikenal dengan nama “ijazah”, yang mengindikasikan bahwasanya para murid telah memahami materi yang diberikan dan terkualifikasi untuk mengajarkannya kepada orang lain.
Institusi pendidikan yang memberikan ijazah ini kemudian menyebar cepat ke seluruh dunia Islam. Universitas al-Azhar yang berdiri pada tahun 970 di Kairo dan pada tahun 1000an dinasti Seljuk kemudian membangun banyak madrasah lainnya di Timur Tengah. 
Konsep dari institusi yang memberikan sertifikat kelulusan (degree) kemudian menyebar ke Eropa lewat muslim Andalusia di Spanyol, dimana bangsa Eropa banyak belajar di sana. Universitas Bologna di Italia dan Universitas Oxford di Inggris yang dibangun pada abad ke 11 dan 12 kemudian melanjutkan tradisi Muslim dalam memberikan ijazah kepada mahasiswa yang telah lulus kuliah dan menggunakannya untuk menilai kualifikasi seseorang dalam bidang tertentu.
Aljabar
Lima Penemuan Umat Islam Yang Merubah Dunia
Anak-anak sekolah yang mendapatkan pelajaran Matematika saat ini mungkin banyak yang tak mengapresiasi pentingnya ilmu aljabar. Aljabar merupakan salah kontribusi paling penting yang diberikan masa kegemilangan peradaban Islam kepada dunia modern. Aljabar pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh ilmuwan dan matematikawan hebat, bernama Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, yang hidup pada tahun 780-850 di Persia dan Iraq.
Dalam bukunya yang monumental, Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Indonesia: Buku Ringkas Perhitungan Aljabar dan Keseimbangan), dia menyatakan ada empat prinsip dasar dalam persamaan aljabar. Dalam judul bukunya sendiri terdapat kata “al-jabr” yang dalam bahasa Arab artinya “penyelesaian”, dan dari kata tersebut kata algebra dalam bahas Inggris (dan aljabar dalam bahasa Indonesia, ed) berasal. 
Dalam bukunya, al-Khawarizmi menjelaskan bagaimana menggunakan persamaan aljabar dengan variabel yang tidak diketahui untuk menyelesaikan problem di dunia nyata seperti perhitungan zakat dan pembagian waris. Aspek unik dari alasannya dalam mengembangkan aljabar adalah keinginannya untuk membuat perhitungan-perhitungan dalam hukum Islam menjadi lebih mudah dilakukan di masa dimana belum ditemukan kalkulator dan komputer seperti kita saat ini.
Kitab al-Khawarizmi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerald de Cramona. Di Eropa, dia dikenal dengan nama Algoritmi. Kata algoritma (english: algorithm) dalam dunia komputer juga berasal dari nama dan hasil karyanya. Tanpa jerih payahnya dalam mengembangkan aljabar, pengaplikasian matematika di keilmuan modern, seperti teknik akan sulit untuk dilakukan. Hasil karyanya digunakan sebagai rujukan di universitas-universitas Eropa selama ratusan tahun setelah kematiannya.
Kopi
Ada sekitar 1,6 milyar cangkir kopi yang diminum tiap harinya di seluruh belahan bumi. Milyaran orang menjadikan aktivitas minum kopi menjadi rutinitas harian mereka. Dan hanya sedikit yang tahu bahwasanya minuman yang sudah menyebar ke seluruh dunia merupakan hasil penemuan umat Muslim.
Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1400an kopi menjadi minuman yang populer di kalangan Muslim Yaman. Cerita ini bermula dari adanya seorang gembala (ada yang mengatakan berasal dari Yaman, ada juga yang mengatakan ini berasal dar Ethiopia) melihat kambing-kambingnya menjadi lebih berenergi dan banyak bergerak sesudah memakan biji-bijian dari suatu pohon. 
Kemudian dia memberanikan diri untuk mengkonsumsi biji-bijian itu, dan kemudian dia merasakan tambahan energi yang luar biasa. Seiring berjalannya waktu, tradisi memanggang biji kopi dan mencampurnya dengan air untuk menjadikannya minuman berenergi terus berkembang, dan dari sanalah minuman kopi tercipta.
Entah cerita mengenai gembala tersebut benar atau tidak, kopi memang pertama kali ditemukan di dataran Yaman dan kemudian dibawa menuju khilafah Ustmaniyyah, pusat pemerintahan Islam di abad ke-15. Tempat-tempat yang menjual minuman ini kemudian menyebar di kotab-kota besar dunia Islam: Kairo, Istanbul, Damaskus dan Baghdad. 
Dari dunia Islam, kopi mulai masuk ke Eropa melalui saudagar-saudagar dari Venisia. Walaupun oleh otoritas Katolik, kopi saat itu dicap sebagai “Muslim drink” atau minumannya orang Islam, kopi malah menjadi bagian dari kebudayaan Eropa hingga saat ini. 
Cafe yang menyediakan kopi pada tahun 1600an merupakan tempat dimana para filosof bertemu dan mendiskusikan isu-isu seperti isu hak asasi manusia, peran pemerintah dan demokrasi. Diskusi-diskusi bersama kopi ini kemudian yang melahirkan pergerakan “pencerahan” di bumi Eropa, satu pergerakan intelektual paling menyejarah di abad modern.
Dari gembala Yaman/Ethiopia hingga melahirkan gagasan politik baru di Eropa, hingga dikonsumsi lebih dari 1 milyar cangkir per harinya, kopi merupakan penemuan Muslim yang paling penting dalam sejarah peradaban manusia.

 disalin dari : http://www.anakregular.com/2015/10/lima-penemuan-umat-islam-yang-merubah.html

Senin, 09 November 2015



PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN DI ABAD 21


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Globalisasi menjadi nuansa kehidupan di awal abad 21 ini. Globalisasi yang memenangkan sesuatu yang serba cepat, mudah, dan praktis. Munculnya layanan antar atau delivery order, gojek online, perbankan online, dan penjualan tiket online merupakan bagian fenomena globalisasi yang selalu ditawarkan dalam periklanan yang massif dan terus menerus. Media promosi pun mulai bergeser dari spanduk, baliho, pamflet, dan televisi menuju media yang menggunakan internet  dan membentuk jejaring atau network.
            Di awal abad 21 ini, internet mendominasi sumber informasi. Informasi yang dapat diperoleh dari internet jumlahnya hampir tidak terbatas dan dapat diperoleh setiap saat. Informasi dalam bentuk apapun bisa diperoleh dengan mudah, cepat dan . Tidak hanya yang positif  secara etika, yang negatif pun juga sama mudahnya.
Kenyataan bahwa segala sesuatu yang cepat, mudah, dan praktis menjadi pilihan masyarakat tidak dapat ditolak kenyataannya. Apapun produk barang dan jasa yang dikehendaki masyarakat haruslah cepat penyajiannya, mudah mendapatkannya dan praktis penggunaannya.
Lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah pun terkena imbasnya. Pendidikan haruslah menjadi pendamping kemajuan zaman. Sekolah pun juga harus menyesuaikan dengan itu. Namun apakah juga harus ikut-ikutan menjadi seperti layanan antar-jemput yang selalu online dan  siaga 24 jam sehari. Jika demikian apakah tidak menjerumuskan profesi guru menjadi seperti pelayan. Akan tetapi jika masih mempertahankan cara-cara konvensional tentunya akan tidak diminati dan tersingkir.
Guru akan dituntut untuk berperan beda sekaligus lebih jauh dalam menjankan tugasnya. Jika guru sebagai sumber informasi, sudah pasti sangat terbatas dan kalah jauh dibanding internet. Informasi yang diperoleh dari guru pun tidak dapat setiap saat diperoleh. Tidak bisa 24 jam sehari, 7 (tujuh) hari seminggu. Ini bisa menjadi tantangan keberadaan guru yang menggunakan cara-cara konvensional.  Meskipun nampaknya tidak mungkin menghilangkan profesi guru untuk selama-lamanya.

1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang dirumuskan dalam penulisan ini sebagai berikut :
1.    Apakah peran guru dalam pendidikan untuk menjaga eksistensinya menghadapi tren pendidikan di abad 21?
2.    Kecakapan apa sajakah yang harus dikuasai oleh guru untuk memperkuat perannya di abad 21?

1.3 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1.        mengetahui peran yang dilaksanakan oleh guru dalam pendidikan untuk menjaga eksistensinya menghadapi tren pendidikan di abad 21,
2.        mengetahui kecakapan yang harus dikuasai oleh guru untuk memperkuat perannya di abad 21.

1.4 Manfaat
Penulisan ini diharapkan bermanfaat untuk :
1.      Guru
Sebagai dorongan untuk meningkatkan kecakapan sehingga dapat berperan lebih strategis dalam menghadapi pendidikan abad 21.
2.      Sekolah
Sebagai saran untuk menyediakan fasilitas bagi guru dalam meningkatkan kompetensinya dan melaksanakan pembelajaran menghadapai pendidikan abad 21.
3.      Pengawas
Sebagai saran untuk menjadi mediator dan fasilitator yang produktif untuk memberikan bantuan yang memadai dan terarah bagi guru dan sekolah dalam menghadapi pendidikan abad 21.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tuntutan Kecakapan Abad 21
Sebuah modul berjudul “Getting Started” yang ditulis oleh Tim Pengajaran Intel, kerjasama Intel Corporation dan Institute of Computer Technologi (ICT), menggambarkan bahwa tren pada abad 21 di tempat kerja masing-masing, para pekerja akan melakukan pekerjaan dengan  :
1.      menganalisa, mengubah, dan menciptakan informasi,
2.      bekerjasama dengan rekan kerja untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan,
3.      mengerjakan berbagai tugas rumit dengan menggunakan teknologi canggih.
Selanjutnya tren di rumah-rumah abad 21, setiap keluarga dapat :
1.      menikmati hiburan dengan menonton, menciptakan, dan berpartisipasi di berb­agai media,
2.      membuat keputusan untuk membeli sesuatu dengan mencari informasi di Inter­net, dan
3.      saling berhubungan dengan teman dan keluarga melalui berbagai macam teknologi.
Perkembangan di tengah masyarakat abad ke-21, mengantarkan penduduk pada suatu bentuk kebiasaan berupa:
1.      menggunakan Internet untuk selalu mengetahui berita lokal, nasional, dan in­ternasional,
2.      berkomunikasi dan mengajak yang lain mengikuti pendapat mereka dengan mempergunakan berbagai macam teknologi, dan
3.      mematuhi peraturan-peraturan pemerintah tanpa meninggalkan rumah mereka.
Masih dalam modul yang sama di sebutkan bahwa sekolah di abad 21, murid-murid atau siswa akan memiliki tugas dan kebiasaan untuk :
1.      mengerjakan tugas-tugas rumit dan penuh tantangan yang mengharuskan mereka berpikir tentang pelajaran secara mendalam dan mengatur cara belajar mereka sendiri,
2.      bekerjasama dengan teman, guru, dan para pakar dalam tugas-tugas penting dengan menggunakan pemikiran tingkat tinggi, dan
3.      menggunakan teknologi untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan menciptakan gagasan baru.
Bedasarkan pernyataan-pernyataan di atas dapat diambil garis besar bahwa yang tampak pada tren abad 21 pada setiap individu  dalam rutinitasnya akan:
1.      menggunakan teknologi canggih sebagai penunjang utama aktivitas,
2.      menggunakan internet sebagai sumber informasi dan hiburan, dan
3.      membangun jejaring (network) dengan siapa pun untuk bekerja sama.

2.2 Keinginan Masyarakat di Abad 21
Kebutuhan masyarakat diabad 21 relatif cepat bertambah dibanding pada masa-masa sebelumnya. Kebutuhan yang semula terbatas pada sandang, pangan dan papan kini semakin meluas. Masyarakat saat ini sudah menganggap pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan primer. Bahkan pendidikan menjadi prioritas dengan semakin diminatinya sekolah-sekolah dengan program pembelajaran yang berbeda dan dipercaya mampu memberikan ketrampilan dan nilai yang baik.
Masyarakat lebih menginginkan pendidikan bagi anak-anaknya ke sekolah yang mampu memberikan life skill yang memadai. Mereka cenderung memilih sekolah kejuruan dibandingkan sekolah umum dengan alasan cepat dan mudah bekerja setelah lulus. Mereka lebih memilih sekolah dengan fasilitas yang lebih lengkap yang dipercaya mampu menghasilkan lulusan yang pandai dan terampil. Bagi sebagian masyarakat biaya sekolah tidak menjadi masalah namun tidak demikian bagi sebagian yang lain.
Perkembangan teknologi dan penggunaannya yang semakin meluas menciptakan hal-hal baru. Munculnya pusat-pusat industri dimulai dari penemuan dan penerapan teknologi baru yang menjadikan produksi barang dan jasa lebih mudah dan murah.  Jumlah dan jenis pekerjaan baru semakin besar dan bermacam-macam. Kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai bidang keahlian baru dan tawaran gaji besar  menjadi tantangan sekaligus daya tarik yang menggiurkan.
            Hasil-hasil teknologi digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan sehari-hari. Alat komunikasi tidak hanya sekedar untuk berbicara atau mengirim pesan tetapi juga menjadikan pemenuhan kebutuhan sehari-hari semakin cepat, mudah dan praktis. Untuk membayar kebutuhan sehari-hari, uang konvensional sudah terdesak dengan uang elektronik, karena lebih mudah untuk bertransaksi. Media informasi konvensional seperti koran tergeser oleh media informasi online. Ini karena penyajiannya dalam bentuk lebih ringkas, online dan real time yang dapat ditampilkan di computer maupun gadget.

2.3    Guru di Abad 21
Abad ke-21 sangat kental dengan nuansa globalisasi. Arus globalisasi yang begitu deras saat ini dikhawatirkan dapat menggerus kearifan lokal Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan yang diberikan kepada siswa pada abad ke-21 harus sangat kontekstual, baik dari segi ruang maupun waktu. (Yuniarti, 2015)
Sebuah makalah yang ditulis Lestari Dewi (2013) menyimpulkan bahwa peran guru dimasa silam cukup sederhana dimana keterampilan baca tulis dan numerasi dasar merupakan tujuan utama pendidikan. Standar untuk guru di abad kesembilan belas lebih ditekankan pada bagaimana mereka menjalani kehidupan pribadi dari pada kemampuan profesionalnya, perubahan yang cepat selama abad kesembilan belas menentukan banyak elemen sistem pendidikan yang kita miliki saat ini.  Pada abad kesembilan belas dan awal abad ke dua puluh, maksud pendidikan meluas dengan pesat, dan peran guru mendapat banyak dimensi tambahan serta tantangan-tantangan dalam mengajar.
  Undang-undang Nomor 14 tahun 2015 menyebutkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Undang-undang ini menegaskan bahwa peran guru adalah sebagai pendidik yang profesional.
            Kriteria guru yang professional telah digariskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 74 tahun 2018 pasal 2. Tertulis didalamnya bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat asmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 
Berdasarkan uraian di atas, peran utama guru adalah sebagai pendidik yang professional. Guru adalah pendidik yang memiliki persyaratan tertentu sebagai pengakuan terhadap kompetensinya. Guru juga harus mengikuti perkembangan zaman sehingga dapat memahami karakter dan mampu membimbing peserta didik sesuai tujuan pendidikan.  
Dalam modul “Get Started” dituliskan bahwa di abad ke-21 pembelajaran berpusat pada siswa (student centris). Ini berbeda dengan cara tradisional di mana pembelajaran berpusat pada guru (teacher centris). Keduanya mempunyai pendekatan berbeda baik dalam isi, instruksi, lingkungan kelas, penilaian, dan teknologi. (Anonim.2007).
Guru berperan membantu para siswa untuk mencapai tingkat partisipasi penuh di masyarakat.  Guru juga harus memusatkan perhatian pada kecakapan-kecakapan di abad ke-21, dan membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi.
Guru menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas sebagai pribadi, di tempat kerja, dan berhububungan dengan masyarakat; menetapkan standar dan tujuan yang tinggi , dan berupaya mencapainya untuk diri sendiri maupun orang lain; serta memaklumi adanya kerancuan atau perbedaan yang terjadi di sekitarnya (Anonim.2007).Dengan demikian guru harus memiliki kecakapan akuntabel dan berkemampuan adaptasi.
Guru selalu berinteraksi dengan peserta didik. Karena itu guru harus mampu memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dengan siswa dalam pembelajaran dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia (Anonim.2007). Untuk itu kecakapan berkomunikasi hendaknya dikuasai oleh guru.   
.  Guru harus tidak bersikap egois dan statis. Guru selalu mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada rekan kerja; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda (Anonim.2007). Akhirnya kreativitas dan keingintahuan intelektual guru akan berkembang.  
Pola pikir guru hendaknya tidak tersekat pada pemikirandan sudut pandangtertentu. Guru berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami hubungan dan keterkaitan antara sistem (Anonim.2007). Guru akhirnya akan terbiasa berpikir kritis dan berpikir sistemik.  
Guru tidak hanya mengajar. Aktivitas guru dalam bekerja meliputi  menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media (Anonim.2007). Untuk  itu guru dituntut tidak buta Informasi dan mampu menggunakan media teknologi.
     Guru harus menyadari bahwa dirinya tidak berdiri sendiri melainkan tergabung dalam sebuah kelompok. Guru harus menunjukkan kerjasama dalam kelompok dan kepemimpinan. Guru beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan rekan kerja sehingga menempatkan emosional dan empati pada tempatnya. Guru juga menghormati perspektif berbeda dari rekan-rekan kerja dan siswanya (Anonim.2007). Dengan demikian guru harus memiliki kecakapan hubungan interpersonal dan kerjasama
Guru selalu dihadapkan pada situasi dan suasana yang dinamis. Apalagi cepatnya perkembangan dan perubahan informasi di abad 21 ini. Bebagai macam bentuk permasalahan akan muncul di hadapannya  (Anonim.2007). Untuk itu Guru harus mampu menemukenali, menganalisa, dan menyelesaikan masalah tersebut.
     Guru adalah seorang manusia yang pasti memiliki sifat manusiawi. Di antara sifat manusiawi tersebut adalah menyadari kekurangan yang ada pada dirinya. Hendaknya guru melakukan refleksi pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan pembelajaran, menemukan sumber-sumber yang tepat, mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya (Anonim.2007). Dengan demikian guru dituntut harus bias bercermin atau merefleksi pada diri pribadi
Guru harus menyadari bahwa diri sendiri dan lingkungan kerjanya adalah bagian dari masyarakat. Guru bertanggung jawab dalam bertindak dengan mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Guru menunjukkan selalu berperilaku etis baik secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan antar masyarakat (Anonim.2007). Dengan demikian guru dituntut memiliki rasa tanggung jawab sosia.



BAB III
SIMPULAN

Simpulan yang dapat dituliskan dari penulisan ini berdasarkan pembahasan di atas sebagai berikut :
1.      Peran guru dalam pendidikan untuk menjaga eksistensinya menghadapi tren pendidikan di abad 21 adalah sebagai pendidik yang professional dengan memiliki karakter dan kecakapan yang menyesuaikan perkembangan zaman.
2.      Kecakapan  yang harus dimiliki oleh guru untuk memperkuat perannya di abad 21 adalah : (1) akuntabilitas dan kemampuan adaptasi, (2) berkomunikasi, (3) kreativitas dan keingintahuan intelektual, (4) berpikir kritis dan berpikir sistemik, (5) tidak buta informasi dan media teknologi, (6) hubungan interpersonal dan kerjasama, (7)  menemukenali, menganalisa, dan menyelesaikan masalah, (8) merefleksi diri pribadi,  dan (9) rasa tanggung jawab sosial.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim . 2007. Program Pengajaran Intel Getting Started. Jakarta : Intel Corporation
Dewi, Lestari. 2013. Pembelajaran Abad Ke-21. http://biologi-lestari.blogspot.co.id/2013/03/pembelajaran-abad-ke-21.html
Kemendiknas. (2008).  Peraturan pemerintah nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Jakarta : Kemendiknas
Republik Indonesia. 2005. Undang-undang Nomor  14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta : Kemendiknas
Yuniarti. 2015. Urgensi Pendidikan Kearifan Lokal. http://berita.suaramerdeka. com/smcetak/urgensi-pendidikan-kearifan-lokal/

Kamis, 12 April 2012

LAGI-LAGI, PRINTER PIXMA IP2770 INFUS BERMASALAH

Mohon maaf sebelumnya, sampai saat ini saya belum memecahkan masalah ini. Printer Pixma IP2770 yang baru saja dipasang infus ternyata bikin kesal. Gejalanya demikian :
1. Printer dapat digunakan untuk cetak 2-3 lembar saja, setelah itu indikator lampu orange menyala.
2. Setelah di reset kejadian seperti di atas tetap terulang.
3. Langkah berikutnya menyala-ulang, tetapi hasilnya tetap sama.
4. Saya periksa koneksi pin cartridge dengan port nya, saya coba ganjal supaya lebih kencang. Pun hasilnya hopeless
5. Bersambung ......

Rabu, 21 Maret 2012

Sejarah Matematika

Tahun 2450 SM
(orang-orang Mesir kuno telah memulai perhitungan tentang unsur-unsur segitiga dan menemukan segitiga keramat dengan sisi-sisi 3, 4 dan 5)
Dalam perancangan Piramida Cherpen orang-orang Mesir Kuno menggunakan konsep Segitiga Suci Mesir (Sacred Triangle) dengan perbandingan sisi-sisinya 3:4:5 yang dengan nama lain disebut sebagai segitiga Phytagorean dan pada Piramida Khufu disebut Segitiga Emas (The Golden Triangle). Dengan mengukur batang menurut garis dari jaringan geometri diheptagonal. Proyek Piramida Cherpen dan Khufu menggunakan metode pengukuran dan nilai esoteric yang berbeda.
Penyelidikan-penyelidikan yang baru agaknya menunjukkan bahwa orang Mesir Kuno mengetahui bahwa luas setiap segitiga ditentuka oleh hasil kali alas dan tinggi. Beberapa soal nampaknya membahas cotangent dari sudut dihedral antara alas dari sebuah permukaan piramida, dan beberapa lagi menunjukkan perbandingan. Dalam sumber-sumber Mesir, K=(a+c)(b+d)/4 telah dipakai untuk menemukan luas dari segiempat panjang dengan sisi-sisi berturut-turut a, b, c, dan d.

Tahun 1650 SM
(orang Mesir Kuno menemukan nilai phi (π) yaitu 3,16)
Sumber informasi matematika Mesir Kuno adalah Papyrus Moskow dan Papyrus Rhind. Papyrus Moskow berukuran tinggi 8 cm dan lebar 540 cm sedangkan Papyrus Rhind memiliki tinggi 33 cm dan lebar 565 cm. Dari 100 soal-soal dalam lembaran Papyrus Moskow dan Rhind terdapat 26 soal bersifat geometris. sebagian besar dari soal-soal tersebut berasal dari rumus-rumus pengukuran yang diperlukan untuk menghitung luas tanah dan isi lumbug padi-padian. Luas sebuah lingkaran dipandang sama dengan kuadrat 8/9 kali garis tengahnya. Jadi jika diuraikan kira-kira seperti ini:
luas lingkaran = (8/9 x d)2
kita tahu bahwa d = 2r, sehingga diperoleh:
luas lingkaran = (8/9 x d)2
= 64/81 x 4r2
= 256/81 x r2
= 3,16 r2
Sehingga orang Mesir Kuno telah menemukan nilai phi (π) yaitu 3,16.

Tahun 530 SM
(Pythagoras mempelajarai proposisi geometri dan menemukan bilangan irrasional)

Tahun 370 SM
(Eudoxus menemukan cara menghitung luas daerah dengan metode menghabiskan)

Tahun 350 SM
(Aristoteles membuat buku logika pertama yang diberi nama Organon)
Penyelidikan Aristoteles tentang teori logika dipandang sebagai karya yang paling pentong dari sekian banyak karyanya. Aristoteles adalah tokoh yang mengenalkan logika sebagai sebuah ilmu yang kemudian disebut Logika Scintica, sehingga dia disebut penemu, pelopor atau "Bapak Logika".
Inti dari logika Aristoteles adalah Silogisme. Sesungguhnya, silogismelah yang merupakan penemuan Aristoteles yang murni dan yang terbesar dalam logika. Silogisme adalah suatu bentuk dari cara memperoleh konklusi yang ditarik dari proposisi demi meraih kebenaran.Silogisme terdiri atas tiga proposisi. Dari ketiga proposisi itu, proposisi yang ketiga merupakan konklusi yang ditarik dari proposisi pertama dengan bantuan proposisi kedua. Proposisi ketiga disebut konklusi, sedangkan proposisi pertama dan kedua disebut premis.
Aristoteles mewariskan enam buah buku mengenai logika yang oleh muridnya dinamai to Organon yang berarti alat. Keenam buku tersebut adalah
1. Categoriae, menguraikan tentang pengertian suatu yang ada
2. De Interpretatione, membahas tentang keputusan-keputusan
3. Analytica Posteriora, membahas tentang pembuktian
4. Analytica Priora, membahas silogisme (syllogismos)
5. Topica, memberi contoh uraian tentang argumentasi dan metode berdebat
6. De Sohisticis Elenchis, membahas kesesatan dan kekeliruan berpikir

Tahun 300 SM
(Euclides menerbitkan buku geometri yang berjudul Element)
Euclides adalah sebagai bapak geometri yang dalam bukunya yang berjudul Elemen, ia mengemukakan teori bilangan dan geometri. Dalam buku yang terdiri dari 13 jilid itu memuat sistem aksiomatik. Menurutnya satu hal yang paling penting untuk dicatat, bahwa dalam pembuktian teorema-teorema geometri tak diperlukan adanya contoh dari dunia nyata tetapi cukup dengan deduksi logis menggunakan aksioma-aksioma yang telah dirumuskan.

Tahun 260 SM
(Archimedes menemukan bilangan phi lebih teliti dari sebelumnya)
Archimedes dari Syracusa, belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

Tahun 225 SM
(Apollonius menerbitkan buku tentang perhitungan pada irisan kerucut)
Apollonius dari Perga (bahasa Yunani: Ἀπολλώνιος) adalah seorang ahli geometri dan astronom Yunani yang dikenal karena karyanya mengenai irisan kerucut. Karyanya yang diberi nama Conics itu mengenalkan istilah-istilah yang sekarang populer seperti: parabola, elips, dan hiperbola. Meskipun sebenarnya Archimedes sudah mencetuskan nama parabola yang artinya bagian sudut kanan kerucut. Apollonius mungkin melanjutkan penamaan Archimedes mengenalkan elips dan hiperbola dalam kaitannya dengan kurva-kurva tersebut. Istilah parabola, elips, dan hiperbola bukanlah penemuan Archimedes maupun Apollonius, mereka mengadaptasi kata dan artinya dari para pengikut Pythagoras (Pythagorean), dalam menyelesaikan persamaan-persamaan kuadratik untuk aplikasi mencari luas. Apollnius menggunakan ketiga istilah tersebut dalam konteks baru yaitu sebagai persamaan parabola dengan verteks pada titik asal (0,0) sistem Kartesian yaitu y2 = lx dimana l adalah "Latus Rectum" atau parameter sekarang diganti dengan 2p atau bahkan 4p.

Tahun 200 SM
(Eratosthenes menemukan cara mencari bilangan-bilangan prima)
Eratosthenes (bahasa Yunani: Ἐρατοσθένης) dilahirkan di Cyrene (Libya saat ini), tetapi bekerja dan meninggal di Alexandria. Eratosthenes belajar di Alexandria dan untuk beberapa tahun di Athena. Pada 236 SM ia ditunjuk oleh Ptolemy III Euergetes I sebagai pustakawan Perpustakaan Alexandria, menggantikan pustakawan pertama, Zenodotos. Dia membuat beberapa sumbangan penting pada matematika dan sains, dan merupakan teman baik Archimedes. Sekitar 255 SM ia menciptakan Saringan Eratosthenes sebagai cara menemukan bilangan prima.

Tahun 140 SM
(Hipparchus mengembangkan trigonometri)
Hipparchus (bahasa Yunani: Ἳππαρχος) dilahirkan di Nicea (sekarang Iznik, Turki), dan kemungkinan meninggal di Pulau Rhodes. Ia juga yang pertama mengompilasi tabel trigonometri, yang membuatnya dapat memecahkan masalah-masalah segitiga. Dengan teori matahari dan bulan dan trigonometri numerik miliknya, ia berhasil membangun metode dalam memperkirakan gerhana matahari.

Tahun 250
(Diophantus menemukan variabel penulisan aljabar dan arithmetika)
Penyelidikan sejarah cenderung menempatkan Diophantus hidup sekitar tahun 250 pada abad ke-3. Diperkirakan Diophantus seorang matematikawa Yunani yang bermukim di Iskandaria. Terdapat problem terkenal pada sebuah epigram dalam anthology Yunani, yang kesannya memberi perincian dari umur Diophantus, tertulis dalam bentuk persamaan, sebagai berikut:
"Seperenam kehidupan yang diberikan Tuhan kepadaku adalah masa muda. Setelah itu, sperduabelasnya, cambang dan berewokku mulai tumbuh. Ditambah mas hidupku untuk menikah, dan tahun kelima mempunyai anak. Sialnya, setengah waktu kehidupanku untuk mengurus anak. Empat tahun kugunkan bersedih. Bearpa umur Diophantus?"
Misal umur Diophantus adalah x, sehingga x=1/6x+1/12x+1/7x+5+1/2x+4 diperoleh x=84. Daripemecahan peroblem ini diketahui umur Diophantus adalah 84 tahun, sedang dia menikah pada umur 26 tahun, dan usia anaknya setengah dari usianya yaitu 42 tahun.
Semasa hidupnya Diophantus menulis tiga buah karya. Akan tetapi Arithmetica adalah karyanya yang terkenal. Arithmetica adalah suatu pembahasan analitis tentang teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat persamaan. Persamaan-persamaan tersebut dikenal sebagai Diophantine Eqution (Persamaan Diophantus). Meskipun merupakan karangan dalam bidang aljabar tetapi susunan dalam Arithmetica tidak secara sistematik operasi-operasi aljabar, fungsi-fungsi aljabar atau solusi terhadap persamaan-persamaan aljbar. Dalam memecahkan soal-soal, Diophantus hanya mengenal jawaban yang rasional dan positf, ia tidak mempunyai dugaan untuk nol dan ia menghindarkan koefisien negatif, serta hanya satu jawaban untuk satu soal.
Arithmetica sebenarnya terdiri dari 13 buku tetapi yang dapat dibaca hanya 6 buku karena sisanya ikut terbakar pada penghancuran perpustakaan di Iskandaria. Bagian yang terpelihara dari Arithmetica karya Diophnatus ini berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang sagat bermacam-macam, yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat pertama dan kedua.

Tahun 450
(Tsu Ch'ung-Chih dan Tsu Kêng-Chih menemukan penulisan bilangan phi untuk 6 desimal)

Tahun 550
(bangsa Hindu menemukan bilangan nol dan penulisan sistem letak untuk bilangan)
Angka India atau Argam Hindiyyah dimulai satu tempat kosong untuk angka nol, ini terbukti telah dituliskan posisi itu pada Kitab Injil orang India. Para ahli matematika India telah lama menemukan bilangan nol, tetapi belum ada simbolnya. Kemudian Arybrata menyebut bilangan nol dengan kata "kha". Aryabrata telah memasukkan nol dalam sistem perhitungan bukan sekedar tempat kosong.
Konsep bilangan nol menggunakan satu tempat kosong di dalam pengaturan bentuk tabel telah dikenal dan digunakan di India dari abad ke-6. Naskah tertua yang diketahui menggunakan nol adalah karaya Jain dari India yang berjudul Lokavibhaaga, berangka tahun 458. Penggunaan simbol nol oleh orang India yang pasti adalah di Gwalior Tablet Stone pada tahun 876. Dokumen tersebut tercetak pada lempengan tenbaga dengan simbol "o" kecil tercetak di situ. Ensiklopedi Britanica mengatakan "Literatur Hindu membuktikan bahwa bilangan nol mungkin telah dikenal di depan kelahiran Kristus, tetapi tidak ada catatan yang ditemukan dengan simbol seperti itu di depan abad ke-9.
Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-rahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut Sebagai Sistem Bilangan Desimal.

Tahun 750
(Al-Khawarizmi menemukan aljabar)

Tahun 895
(Thabit ibn Qurra menemukan penyelesaian persamaan pangkat 3)

Tahun 975
(Al-Batani menemukan konsep sinus dan cosinus serta rumus sin α = tan α / (1+tan² α) and cos α = 1 / (1 + tan² α))
Al Battani (sekitar 850- 923) adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani (Bahasa Arab أبو عبد الله محمد بن جابر بن سنان الحراني الصابي البتاني ; nama lengkap: Abū ʿAbdullāh Muḥammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Ḥarrani aṣ-Ṣabiʾ al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.
Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:

Beliau juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:

dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen.

Tahun 1020
(Abul Wafa menemukan rumus (α + β) = sin α cos β + sin β cos α)
Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani (Buzhgan, Nishapur, Iran, 940 – 997 / 998) adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Persia. Pada tahun 959, Abul Wafa pindah ke Irak, dan mempelajari matematika khususnya trigonometri di sana. Dia juga mempelajari pergerakan bulan; salah satu kawah di bulan dinamai Abul Wáfa sesuai dengan namanya.
Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen dan mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.
Abul Wafa menemukan relasi identitas trigonometri berikut ini:
sin(a + b) = sin(a)cos(b) + cos(a)sin(b)
cos(2a) = 1 − 2sin2(a)
sin(2a) = 2sin(a)cos(a)
dan menemukan rumus sinus untuk geometri sferik (yang tampak mirip dengan hukum sinus):

serta juga menemukan rumus (α + β) = sin α cos β + sin β cos α .

Tahun 1030
(Ali Ahmed Nasawi menemukan sistem satu hari terbagi menjadi 24 jam, satu jam terbagi menjadi 60menit, satu menit terbagi menjadi 60 detik)

Tahun 1070
('Umar Khayyam menulis Treatise on Demonstration of Problems of Algebra)
'Umar Khayyām (18 Mei 1048 – 4 Desember 1131, dalam bahasa Persia عمر خیام), dilahirkan di Nishapur, Iran. Nama aslinya adalah Ghiyātsuddin Abulfatah 'Umar bin Ibrahim Khayyāmi Nisyābūri (غياث الدين ابو الفتح عمر بن ابراهيم خيام نيشابوري). Khayyām berarti "pembuat tenda" dalam bahasa Persia.

Tahun 1202
(Leonardo Fibonacci memperkenalkan sistim bilangan arab dalam bukunya Book of the Abacus)

Tahun 1614
(John Napier menemukan logaritma Napier yang ditulis di bukunya Mirifici Logarithmorum Canonis Descriptio)
John Napier (1550-1617) ialah seorang bangsawan dari Merchiston, Skotlandia yang menemukan ide tentang logaritma Napier yang ditulis di bukunya Mirifici Logarithmorum Canonis Descriptio. Dengan bantuan logaritma, perhitungan yang melibatkan bilangan-bilangan besar dapat dipermudah.

Tahun 1617
(Henry Briggs menemukan logaritma berbasis 10 yang ditulis dalam bukunya Logarithmorum Chilias Prima)
Henry Briggs (Februari 1561 – 26 Januari 1630) adalah matematikawan Inggris yang termasyur telah merubah logaritma Napier menjadi logaritma umum atau Briggisian. Briggs membaca karya Napier untuk pertama kalinya pada tahun 1614 dalam bahasa Latin, sebelum melakukan kunjungan ke Edinburgh, puri tempat tinggal Napier pada tahun 1615. Dalam pertemuan itu Briggs mengusulkan tentang modifikasi yang dilakukannya untuk mengubah basis logaritma menjadi 1, bukan 107, hasilnya adalah 0 dengan menggunakan basis 10 (desimal) akhirnya ditemukan log 10=1=100 (seperti yang digunakan sekarang) dan Briggs akan menyusun tabelnya. Briggs kemudian pulang dan menyusun tabel yang dijanjikannya. Setahun kemudian, Briggs datang dan melakukan diskusi kembali. Akhirnya pada tahun 1617, Briggs menerbitkan karya tentang logaritma basis 10 yang berjudul Logarithmorum Chilias Prima (Memperkenalkan Logaritma) di London.

Tahun 1619
(René Descartes menemukan geometri analitik)
René Descartes lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – wafat di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun, juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta sistem koordinat Kartesius, yang mempengaruhi perkembangan kalkulus modern. Pada tahun 1619 René Descartes memperkenalkan Geometri Analitik yang sangat berpengaruh dalam pengembangan kalkulus oleh Isaac Newton dan G.W. Leibniz.
Geometri Analitik berperan penting dalam pengembangan matematika karena telah mempersatukan konsep-konsep dari analisa dan geometri. Dengan cara ini suatu masalah geometris dapat diterjemahkan ke dalam suatu masalah secara aljabar, seperti menemukan akar dari suatu sistem persamaan.

Tahun 1629
(Pierre de Fermat menemukan kalkulus differensial)

Tahun 1654
(Blaise Pascal menemukan teori probabilitas)
Blaise Pascal (1623-1662) berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat menghitung operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian , dan pembagian.
Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pascal melakukan kolaborasi dengan Fermat menemukan Teori Probabilitas lewat judi lempengan dua dadu dipelajari bersama teman ayahnya itu. Keduanya ternyata mampu member dasar perkembangan bidang seperti menghitung resiko asuransi, mengiterprestasikan statistik, mempelajari keturunan, koin yang dilempar (angka dan gambar). Apabila probabilitas menurun, nisbah di atas makin kecil. Jika tidak ada kemungkinan terjadi, maka probabilitas adalah nol.
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
1 5 10 10 5 1
Segitiga Pascal di atas digunakan untuk menentukan probaqbilitas sederhana seperti dalam melempar koin. Untuk menentukan probabilitas munculnya dua angka saat dua koin dilempar, ambil baris ketiga, jika tiga koin diambillah baris keempat dan seterusnya. Jumlah angka pada baris keempat adalah total jumlah cara koin akan jatuh: dua gambar, dua angka, angka dan gambar. Peluang terjadi dua gambar 1 dan 4 atau angka pertama dibagi jumlah angka (1+2+1): peluang terjadi satu gambar adalah 2 dan 4, angka kedua dibagi jumlah angka peluang terjadi belum gambar adalah 1 dari 1, angka ketiga dibagi jumlah angka

Tahun 1655
(John Wallis menulis buku Arithmetica Infinitorum)

Tahun 1665
(Isaac Newton menemukan kalkulus)
Sir Isaac Newton, (4 Januari 1643 - 31 Maret 1727; KJ: 25 Desember 1642 – 20 Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan juga ahli kimia yang berasal dari Inggris. Beliau merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika modern. Bekerja sama dengan Gottfried Leibniz, Newton mengembangkan teori kalkulus.

Tahun 1673
(Gottfried Leibniz menemukan kalkulus)

Sumber:
id.wikipedia.org